Rabu, 09 September 2026

PESONA BARU STASIUN KARANGTENGAH

Stasiun Karangtengah di Kecamatan Cilongok, Banyumas, tak lagi menyisakan sunyi. Dahulu, bangunan bersejarah ini hanya jadi tempat perlintasan kereta api melaju kencang menuju Purwokerto atau Jakarta, diselingi lalu lalang beberapa penyeberang rel. Kini, deretan lampu hangat dan aroma kopi mendadak mengubah wajah stasiun kecil itu menjadi salah satu magnet keramaian baru di Banyumas. Saat matahari mulai menyirat ke ufuk barat, geliat di sekitar stasiun kian terasa. Pelataran yang dulu sepi kini dipenuhi deretan kendaraan berplat nomor lokal hingga luar daerah. Anak-anak muda terlihat asyik bercengkerama di kedai-kedai kopi berkonsep vintage yang memanfaatkan sudut estetik stasiun. Sementara itu, rombongan keluarga duduk santai di bangku-bangku taman sambil menikmati semilir angin sore khas perdesaan dan pemandangan megah Gunung Slamet yang berdiri gagah di sisi utara. Suasana semakin hidup ketika sinyal perlintasan terdengar berbunyi. Suara genta berdentang disusul riuh gemuruh roda besi yang melintas di atas rel menjadi pertunjukan utama yang dinantikan. Bukannya menjauh, para pengunjung—mulai dari warga lokal Karangtengah hingga wisatawan asal Purwokerto dan Cilacap—justru bergegas mengabadikan momen tersebut dengan gawai mereka. Anak-anak kecil bersorak girang sambil melambaikan tangan ke arah masinis, disambut klakson lokomotif yang menyapa balik dengan nyaring. Sore berganti malam, tetapi Karangtengah tidak lantas tertidur. Gemerlap lampu hias mulai menyala, dipadu riuh penjual kuliner lokal yang menjajakan mendoan hangat khas Banyumas, tempe bongkrek, hingga minuman kekinian. Kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah ini menyuntikkan energi baru bagi perekonomian warga lokal. Karangtengah kini bukan sekadar titik di lintasan rel, melainkan ruang perjumpaan yang hangat, menghubungkan nostalgia masa lalu dengan keceriaan masa kini.

Tidak ada komentar: